MENGENAL APA ITU ORGANIZATIONAL CULTURE THEORY
Hai sobat komunikasi! Kalian tau ngga sih kalau dalam sebuah organisasi itu kita harus bisa membangun chemistry yang kuat dan membangun rasa percaya satu sama lain? Nah, banyak banget teori-teori komunikasi yang dapat diterapkan, salah satunya adalah Organizational Culture Theory. Dalam teori ini, kalian akan semakin mengerti mengapa dalam suatu organisasi atau kelompok, sangat dibutuhkan yang namanya kebudayaan. Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak tulisan di bawah ini!
Apa itu Organizational Culture Theory? Organizational Culture Theory atau OCT adalah suatu sistem makna bersama yang dibawa oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya. Budaya organisasi adalah efektivitas kinerja sebagai alat untuk menentukan arah organisasi. Seperti, apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan, bagaimana mengalokasikan sumber dayanya, dan sebagai alat untuk mengatasi masalah dan memainkan peran yang sangat strategis dalam mempromosikan serta meningkatkan peluang dari lingkungan internal dan eksternal. Teori ini berawal dari ide seorang antropolog bernama Clifford James Geertz dan kemudian dikonsepkan oleh Michael Pacanowsky dan Nick O'Donnell-Trujillo (1982-1983, 1990).
Definisi
Littlejohn & Foss (2005) menyatakan bahwa budaya organisasi adalah sesuatu yang dihasilkan dari interaksi sehari-hari dalam organisasi. Dapat dipahami bahwa teori ini membahas bagaimana interaksi sehari-hari yang dilakukan dan dilakukan secara teratur oleh suatu organisasi kemudian menciptakan budaya dan karakteristik organisasi tersebut. Teori ini mencakup semua simbol tindakan, sistem nilai, keyakinan, percakapan, harapan, pengalaman, filosofi, dan nilai-nilai organisasi yang menyatukannya, dan diekspresikan dalam citra diri, cara kerja batin, interaksi dengan dunia luar, dan harapan masa depan. Untuk memprediksi pengaruh simbol komunikasi pada pengembangan dan pemeliharaan budaya organisasi. Teori ini akan sangat membantu dalam mengetahui bagaimana berasimilasi ke dalam keluarga baru, tim baru, atau organisasi.
Organisasi cenderung mengembangkan budaya organisasi yang dominan dari waktu ke waktu. Semua organisasi berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja mereka melalui implementasi dan implementasi sistem informasi. Namun kegagalan sering terjadi pada saat menggunakan sistem informasi yang didominasi oleh faktor manusia seperti: ketidaksesuaian dengan budaya kerja atau budaya, etika dan pedoman perusahaan yang baru, serta keterbatasan keahlian. Oleh karena itu, penting bagi setiap organisasi untuk memiliki pemahaman dan pengetahuan yang konkrit tentang OCT, karena setiap budaya organisasi memiliki keunikannya masing-masing.
Hubungan OCT dengan Jaring Laba-laba
Pacanowsky dan O'Donnell menggunakan metafora sarang laba-laba milik Clifford Geertz. Geertz menggunakan jaring laba-laba untuk menjelaskan Organizational Culture Theory karena berbagai alasan. Menurut Pacanowsky dan O'Donnell, setiap anggota organisasi memiliki jaringanya masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsinya di dalam organisasi, dan juga terlibat dalam perilaku komunikasi yang berkontribusi terhadap budaya organisasi tersebut melalui kebiasaan-kebiasaan, gosip, lelucon, dan perilaku komunikasi lainnya. Budaya organisasi diumpamakan sebagai jaring laba-laba. Dimana laba-laba akan memintal jaring dengan bentuk dan cara yang berbeda-beda. Selanjutnya, manusia sebagai anggota organisasi yang diibaratkan seperti laba-laba yang akan bergantung pada jaring yang mereka buat melalui pekerjaan mereka.
Pemahaman Etnografi: Pemahaman yang Mendalam
Etnografi merupakan metedologi yang menguak makna. Teori budaya organisasi dapat dipahami secara mendalam dengan menggunakan field jurnal atau dengan melakukannya secara langsung di lapangan dengan memperlihatkan budaya-budaya yang diterapkan.
Asumsi Teori OCT
- Anggota organisasi menciptakan dan mempertahankan perasaan realitas organisasi, sebagai memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai organisasi.
- Penggunaan dan interpretasi simbol sangat penting dalam budaya organisasi.
- Budaya bervariasi antar organisasi, interpretasi dan tindakannya dalam budaya juga terbagi.
Performa Komunikatif
Dalam teori budaya organisasi ini, performa komunikatif adalah pengibaratan atas proses simbolik, pemahaman, juga prilaku manusia sebagai anggota suatu organisasi.
Performa Ritual, adalah performa komunikatif yang teratur dan berulang. Lalu performa ini juga terbagi lagi menjadi empat, yaitu:
1. Ritual Personal, adalah hal yang dilakukan ditempat kerja setiap hari namun sifatnya personal seperti contohnya berdoa sebelum bekerja
2. Ritual Tugas, ini berkaitan dengan pekerjaan tertentu. Seperti halnya seorang PR officer akan melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya
3. Ritual Sosial, rutinitas yang dilakukan bersama orang lain di tempat kerja. Contohnya seperti selalu makan siang bersama saat waktu istirahat.
4. Ritual
Organisasi, adalah rutinitas yang dilakukan organisasi secara menyeluruh. Contohnya
seperti adanya rapat atau laporan, dan kegiatan rutin perusahaan lainnya.
Peforma Hasrat, hal ini merupakan kisah yang biasanya diceritakan oleh para anggota organisasi. Contohnya seperti membicarakan isu dalam organisasi.
Performa Sosial, adalah lanjutan dari sikap sopan santun yang nantinya dapat mendorong kerjasama antar anggota, mirip ritual sosial namun kalau ritual berulang dan pasti. Kalau yang satu ini bukan rutinitas tetap. Misalnya seperti memeberikan selamat kepada rekan yang mendapat promosi kenaikan jabatan.
Performa Politis, perilaku dari organisasi yang menunjukan kekuasaan. Seperti adanya tindakan untuk mempengaruhi seperti bersama sama menyuarakan perubahan suatu kebijakan.
Performa Enkulturasi, berkaitan dengan bagaimana anggota dapat pengetahuan dan keahlian supaya bisa berkontribusi dengan baik. Seperti mencari info dan meminta nasihat kepada yang lebih senior dan diterapkan
Nah, itulah penjelasan mengenai teori Organizational Culture atau Budaya Organisasi. Demikian penjelasan mengenai teori Organizational Culture. Semoga tulisan ini dapat membantu dan menambah wawasan kalian mengenai teori komunikasi ya. Sampai jumpa dan terima kasih, Salam Komunikasi!
Referensi: West, R., Turner, L. H. (2009). Introducing Communication Theory - Analysis and Aplication. Edisi ke-empat.
Tag: teori komunikasi, komunikasi budaya, budaya organisasi, Michael Pacanowsky, Nick O'Donnell-Trujillo, Clifford James Geertz.
Disclaimer: Penulis adalah mahasiswa semeser 1 jurusan Hubungan Masyarakat Program Vokasi Universitas Indonesia.
IH MENURUS SAYA YAA INI ORG ORG HARUS BACA SIH
BalasHapusmakasihhh dea ilmunya, penyampaiannya bagus dan mudah dimengerti🤩
BalasHapusTerimakasih kaakk!! sangat bermanfaat!
BalasHapusWOW!! keren banget, sangat informatif dan membuat saya mengerti tentang teori komunikasi.. semangat terus mba otniel🙏🏻
BalasHapusKEREN BGTTT MENAMBAH WAWASAN SAYA
BalasHapusTerimakasih dan semangat kak, menambah ilmu baru👍
BalasHapuswah keren banget!! terima kasih ilmunya kak!!
BalasHapusKeren banget kakk, makasih ilmunya!!
BalasHapusMembaca sekilas langsung paham,, mantap
BalasHapus